Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘puisi’ Category

Dalam hidup yang hanya sepetak ini, dalam usia yang jua tak seberapa, aku tau tempat akhir berpulangku: Kepada Nya, hanya kepada Nya. Sejak bermula pun sudah aku tentukan, sudah aku ikrarkan, melalui muasalku: tentang kemana akhir ku menuju, tentang siapa yang kan memanduku, tentang bagaimana kalbu ini menuntunku. Dan betapa sepetak hidup ini mengisahkan begitu banyak rona, begitu banyak kesan yang mendalam, melalui perenungan, melalui pengamatan, melalui percakapan, melalui peristiwa jiwa, melalui sekelebat ma’rifat yang masih tersekat, melalui juntai-rangkai jejak kehidupan yang membingungkan.

Hidup memang hanya sepetak, namun selaksa peristiwanya tlah menuntunku pada persimpangan-persimpangan jalan. Bukan satu, bukan sepuluh, tapi seribu. Duhai sahaya yang lemah ini betapa tiada letihnya menerjang aral, menepis godaan, meneriaki diri, demi mengais bahagia atas nama cinta Nya.

Hidup memang hanya sepetak, akan tetapi setiap mili-nya dipenuhi dengan misteri. Aku pun berjalan, selangkah demi selangkah. Menyusun keeping-keping puzzle yang berserakan. Menikmati keberhasilan atas keberhasilan. Merutuki kebodohan dan kekhilafan. Sekali lagi, hanya demi mengais bahagia atas nama cintaNya.

Maka Ya Rabb..Betapapun hebatnya aku dihadapan hambamu, betapapun gagahnya aku mengenakan topeng-topeng dunia, di hadapanMu aku menyerah, aku berserah, aku pasrah.

Demi setetes cintaMu yang sangat menyejukkan itu, yang beningnya mampu menghapuskan semua laraku, yang damainya mengggetarkan isak tangisku, yang nikmatnya membuatku tak henti bersyukur padaMu, aku mohon..berikan aku petunjukMu

Advertisements

Read Full Post »

Aku Ini Muslim

Aku ini muslim, meski sebersit ragu masih merajai hati akan hari akhir yang telah dijanji.

Aku mengaku muslim walau galau cinta akan dunia mengalahkan seruan jiwa tuk kembali menyentuh cintaNya.

Aku jelas muslim, ketika ada momen religi maka ku bergegas bertopeng kiyai, lepas itu aku kembali seraya berkata: “sungguh tadi hanyalah lakonan, aku masih bagian dari kalian, dunia, kau peranku sebenarnya”.

Aku pastinya muslim karena terkadang aku sembahyang meski kemudian kembali larut dalam pusara nafsu yang mengubur puisi Tuhan dibawah bait-bait syaitan.

Aku, masihkah muslim? Dari puing-puing kesadaran diantara belantara ke’aku’an yang mengakar di bumi igauan.

Aku masihkah merindu cahaya yang menerjang gelap hati dan menorah damai yang abadi.

Yaa Robb tuntun aku kembali padaMu. Robbana laa tuzighquluubana ba’da idzhadaitana wa tawaffana ma’alalabror.

Read Full Post »

Bangkit Lawan Korupsi

Berkarat jua repih rentah yang ditanggung nusa demi mengais asa kembalinya patriot Nusantara. Entah triliyun entah bilyun harta dan harga bangsa digadaikan dalam pelacuran kapitalisme. Anak bangsa kini sudah menjelma bagai tuba yang merusak belanga khatulistiwa. Aku, kamu tentu tak kan diam saja. Bangkit!! Lawan korupsi!!

Read Full Post »

I’tikaf Hati

Belumkah datang saat bagi orang-orang beriman untuk mengkhusyukan hati dan berhenti sejenak demi mengingat ILAHI?

Hendaknya mereka tidak menjadi seperti orang-orang pewaris alkitab dahulu yang jauh meninggalkan ajaran RosulNya, sehingga hati mereka menjadi keras dan banyak dari mereka menjadi fasik. Saabat, diir yang ringkih ini perlu perhatian dari penat lekatnya dunia.

Mari duduk sejenak dalam majlis iman, Kita tanyakan kabar  hati, masihkah ia merinudu Cahaya ILAHI?

Adakah ia berguncang kala membayangkan dosa-dosa diri.

Kita berkaca pada jiwa melihat wajah dengan seksama, dustanya, khianatnya, borok-boroknya yang selama ini kita pelihara, kita topengi dengan cantiknya dunia.

Sahabat, kita perlu diam sesaat menoropong lagi kampong akirat: di sudut mana kelak kita beristirahat? Sahabat, mari I’tikafkan hati kembali pada ILAHI.

Read Full Post »

Penghujung Ramadhan

Robbii, di penghujung RamadhanMu, izinkan kami merumput di padang taqorrub. Izinkan kami berlindung di sarang  tafakur. Meski sejenak, namun rangkuhlah kami dalam syahdu cintaMu. Sibak bashiroh kami hingga tak ada lagi syak wasangka dalam dada: bahwasanya cukup kau saja sandaran hati, cukup Engkau penolong kami..

Robbii, jadikan kami bagian kecil dari perjalanan panjang Salafus Sholihin, yang menyeru pada agamaMu hingga mau memisahkan raga dari jiwa yang telah dinantinya.

Read Full Post »

Hujan

Dan bahkan jariku pun terbata-bata
Demi menggoreskan sejengkal kalimat saja
Mungkin karena bayang-bayang senja itu masih membias di pelupuk mata
Membasahi tiap jejak relungnya dengan hujan yang tak mau reda

Tapi bagaimana lagi?
Aku terlanjur jatuh cinta
Pada jarum-jarum bening yang menusukkan dinginnya
Pada repih-repih tanah yang segar aromanya
Pada gemericik kecil yang memainkan simfoninya
Pada kegelisahan awan, angin,dan udaranya
Pada segala yang membuatku ingin memejamkan mata

Ingin kugambarkan suasana ini dalam sebuah sketsa
Kutulis jua puisi-puisi sederhana di bawahnya
Lalu kertasnya kulipat menjadi pesawat dan perahu
Kuterbangkan pesawatku nuju langit biru
Kuhanyutkan perahuku pada laut biru
Agar mereka –langit dan lautan itu –segera bertemu
Dalam hujan yang slalu kurindu

Read Full Post »